BAHAN AJAR


BAHAN AJAR
                BAHASA INDONESIA
REFERENSI
1. Komposisi BI untuk Mahasiswa Nonjurusan Bahasa oleh Lamudin Finoza.
2. Petunjuk Penulisan Karya Ilmiah oleh Panuti Sudjiman dan Dendy Sugono.
3. Bahasa Indonesia Baku oleh Gatot Susilo Sumowijoyo.
Drs. H.A.NURHADI, S.Pd., M.Si
DOSEN FAKULTAS  ADMINISTRASI  UNIJA SUMENEP
Sept  2010

 PERTEMUAN  KE-1   
              Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya. 

              Fungsi Bahasa
o   sebagai sarana komunikasi
o   sebagai sarana integrasi dan sosialisasi
o   sarana kontrol sosial
o   sarana memahami diri
o   sarana ekspresi diri
o   sarana mamahami orang lain
o   sarana mengamati lingkungan sekitar
o   sarana berpikir logis
o   sarana membangun kecerdasan
o   sarana mengembangkan kiecerdasan ganda
o   sarana membangun karakter
o   sarana mengembangkan profesi
o   sarana menciptakan kreativitas baru

KEDUDUKAN BI:
BAHASA NASIONAL DAN BAHASA NEGARA
FUNGSI BAHASA NASIONAL
o   Lambang kebanggaan nasional
o   Lambang identitas nasional
o   Alat pemersatu suku bangsa
o   Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya

FUNGSI BAHASA NEGARA
o   Bahasa resmi kenegaraan
o   Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
o   Alat perhubungan pada tingkat nasional
o   Alat pengembangan kebudayaan, iptek, dan seni

RAGAM BAHASA INDONESIA
1.               Berdasarkan cara berkomunikasi
              a.  Ragam Lisan
              b.  Ragam Tulis
2.               Berdasarkan cara pandang penutur
              a.  Ragam Dialek
              b.  Ragam Terpelajar
              c.  Ragam Resmi
              d.  Ragam Takresmi
3.               Berdasarkan topik pembicaraan
              a.  Ragam Hukum
              b.  Ragam Bisnis
              c.  Ragam Sastra
              d.  Ragam Kedokteran, dll
BI YANG BAIK DAN BENAR
*BAHASA YANG BAIK adalah bahasa yang dapat dimengerti oleh komunikan dan ragamnya sesuai dengan situasi saat bahasa itu digunakan.
*BAHASA YANG BENAR adalah bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa.

PERTEMUAN  KE-2
EJAAN adalah seperangkat aturan atau kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan, dan penulisannya dalam suatu bahasa. Ejaan Bahasa Indonesia yg berlaku sekarang adalah EYD.

PEMAKAIAN HURUF KAPITAL
            1. Huruf pertama kata pada awal kalimat.
            2. Huruf pertama petikan langsung
            3. Huruf pertama unsur-unsur nama orang.
            4. Huruf pertama nama gelar/singkatan nama gelar.
            5. Huruf pertama semua kata nama buku, majalah, surat kabar, dan judul            karangan, kecuali kata sambung yang tidak terletak pada posisi awal.
            6. Dll.
PEMAKAIAN HURUF MIRING
1.    Untuk menuliskan nama buku, majalah, dan surat kabar yang dikutip       dalam tulisan.
2.    Untuk menegaskan atau mengkhususkan        huruf, bagian kata, kata, atau kelompok kata.
3.    Untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali             yang telah disesuaikan ejaannya.

PENULISAN KATA
                1.  Kata Dasar:  Ibu percaya bahwa engkau tahu.
            2. Kata Turunan: bertepuk tangan
                                         bergeletar
                                         menyebarluaskan
                                         antarkota
            3. Kata Gantikauambil
            4. Kata Depan: ke sana
            5. Partikel: apa pun, satu per satu
* SINGKATAN DAN AKRONIM
Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
                Misalnya:  A. Nurhadi, S.E., Sdr., DPRD, dll., a.n., cm,
Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakuka sebagai suku kata.
                Misalnya: Unija, STIKA, pemilu, tilang, dll.

 PERTEMUAN KE-3
vPENULISAN ANGKA DAN LAMBANG BILANGAN

Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor.
            Misalnya:  0,5 sentimeter
                                pukul 15.00
                                17 Agustus 1945
                                2000 rupiah
                                Rp5000,00
                                Jalan Kartini I No. 5
                                Bab X, pasal 5, halaman 252
                                Abad XX
                             Abad ke-20, abad kedua puluh
                                Lima belas orang tewas dalam kecelakaan itu.
 
v   PENULISAN UNSUR SERAPAN
Misalnya:
aerodinamika (aerodinamics)       vaksin (vaccine)                   skema (schema)
hemaglobin (haemaglobin)           karisma (charisma)  rasio (ratio)
trailer (trailler)                        kolera (cholera)                    metode (methode)
hidraulik (hydraulic)                        kromosom (chromosome)  skripsi (scriptie)
konstruksi (construction)    teknik (technique)                kuorum (quorum)
kubik (cubic)                         eselon (echelon)                  vakum (vacuum)
klasifikasi (classification)   mesin (machine)                 taksi (taxi)
kristal (crystal)                       cek (check)                ekses (excess)         
sentral (central)                    Cina (China)             massa (mass)
sirkulasi (circulation)                       efek (effect)               analog (analoog)
silinder (cylinder)                 deskripsi (description)         trotoar (trottoir)
akomodasi (accomodation)           idealis (idealist)                    korektor (corrector)
akulturasi (acculturation)   kompor (komfoor)                kualitas (quality)
akumulasi (accumulation) fase (phase)              direktur (director)
aksesori (accesory)              frekuensi (frequency)         dialog (dialogue)
v   PEMAKAIAN TANDA BACA
·                         Tanda Titik (.)
o   Ayahku tinggal di Solo.
o   III.   Departemen Dalam Negeri
o   Direktorat Jenderal Pembangunan Masyarakat Desa
o   Direktorat Jenderal Agraria
o   Pukul 1.35.20
o   Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Poestaka.
o   Desa itu berpenduduk 2.007 orang.
o   Ia lahir pada tahun 2007 di Sumenep.
o   Yth. Sdr. A. Nurhadi (tanpa titik)
o   Jalan Trunojoya 13 (tanpa titik)
o   Sumenep (tanpa titik)
  Tanda Koma (,)
o   Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
o   Saya ingin datang, tetapi hari hujan.
o   Karena sibuk, ia lupa akan janjinya.
o   (Saya tidak akan datang kalau hari hujan)
o   Kata ibu, “Saya gembira sekali.”
o   Surat-surat itu harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Wiraraya, Jalan Jokotole 222, Sumenep.
o   Teguh, Muhammadl. 1999. Metodologi Penelitian Ekonomi Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.  
o   Ramlan, S.E., M.M.
o   Rp12,50
o   Guru saya, pak Ahmad, pandai sekali.
o   Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih.
·                         Tanda Titik Koma (;)
ü     Ibu mengurus tanamannya di kebun; Ayah sibuk memasak di dapur; Saya sendiri asyik menelaan catatan hasil kuliah Bahasa Indonesia.
·                         Tanda Titik Dua (:)
ü     Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari.
ü     Hari    : Senin
             Tanggal        : 22 Pebruai 2007
             Waktu            : 09.30
ü     Tempo, I (1971), 34:7
·                         Tanda Hubung (-)
ü anak-anaik (bukan: anak-2)
ü Dua puluh lima-ribuan (maksudnya: 20 X 5000)
ü se-Indonesia
ü 2000-2010  (maksudnya: sampai dengan)

              
  • Tanda Pisah ( - )
o   tanggal 5 – 16 April 2006
  • Tanda Elipsis (…)
o   Sebab-sebab kemerosotan akan … akan diteliti lebih lanjut.
  • Tanda Tanya
o   Kapan ia berangkat?
o   Ia dilahirkan pada tahun 1833 (?)
  • Tanda Seru (!)
o   Alangkah seramnya peristiwa itu!
  • Tanda Kurung ((…))
ü Bagian perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu.
ü Keterangan itu (lihat tabel 10) menunjukkan arus perkembangan dalam pasaran luar negeri.
ü Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam, (b) tenaga kerja, dan  (c) modal.
              Tanda Kurung Siku ([…])
                        Persamaan kedua proses ini (perbedaannya    dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 35 – 38])            perlu dibentangkan di sini.
              Tanda Petik (“…”)
ü    Pasal 36 UUD 1945 berbunyi, “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
ü    Karangan Andi Hakim Nasoetion yang berjudul “Rapor dan Nilai Prestasi di SMA” diterbitkan dalam tempo.
              Tanda Petik Tunggal (‘…’)
ü    feed-back ‘balikan’
ü    Tanya Basri, “Kamu dengar bunyi ‘kring-kring’ tadi?
 14.  Tanda Garis Miring (/)
ü    Tahun anggaran 2005/2006
ü    No. 7/PK/2007
ü    darat/laut (maksudnya: atau)
ü    Harganya Rp25,00/lembar (maksudnya: tiap)
                       

PERTEMUAN KE-4
ü     MORFEN, KATA,   FRASA, DAN KLAUSA
                   Morfem adalah satuan bentuk terkecil yang dapat membedakan makna dan atau yang mempunyai makna.
o         Wujud morfem dapat berupa imbuhan, partikel, dan kata dasar.
                        Contoh:
ü    -an, di-, me-, ter-, dll.
ü    -lah, -kah, -tah, -pun
ü    bawa, rumah, main
o         Bentuk dan Arti Morfem
ü    Morfem Bebas:  (semua kata dasar)
ü    Morfem Terikat (semua imbuhan, semua partikel)
              Kata adalah bentuk terkecil (dari kalimat) yang daoat berdiri sendiri dan mempunyai arti.
o         Bentuk kata:
ü    Kata yang bermortem tunggal (kata dasar) 
ü    Kata yang bermorfem banyak (kata turunan).

                   Frasa adalah kelompok kata yang tidak mengandung predikat dan belum membentuk klausa atau kalimat.
              Ciri frasa:
·                       Konstruksinya tidak mempunyai predikat.
ü    bahasa Indonesia (frasa)
ü    belajar bahasa Indonesia (klausa)
ü    Saya belajar bahasa Indonesia (kalimat)
·                       Proses pemaknaannya berbeda dengan idiom.
ü    jumpa pers (frasa: a + b = ab)
ü    gulung tikar   (idiom: a + b = c)
·                       Susunan katanya berpola tetap/tegar/fixed.
ü    jumpa pers, bukan pers jumpa
ü    haus kekuasaan, bukan kekuasaan haus
ü    siap tempur, bukan   tempur siap.
                   Klausa  adalah kelompok kata yang mengandung predikat.:
ü  menghilang di balik awan
ü  membawa sejumlah persoalan
ü  meminum air meneral     

PEMBAGIAN JENIS KATA

 SECARA TRADISIONAL
1.    kata benda (nomina)
2.    kata kerja (verba)
3.    kata sitar (ajektiva)
4.    kata ganti (pronomina)
5.    kata keterangan (adverbia)
6.    kata bilangan (numeralia)
7.    kata sambung (konjungsi)
8.    kata sandang (artikel)
9.    kata seru (interjeksi)
10. kata depan (preposisi)
           
TATA BAHASA BAKU BI
1.    VERBA (KATA KERJA
2.    AJEKTIVA (KATA SIFAT)
3.    ADVERBIA (KATA KETERANGAN)
4.    RUMPUN KATA BENDA (NOMINA, PRONOMINA, DAN NUMERALIA)
5.    RUMPUN KATA KATA TUGAS (PREPOSISI, KONJUNGSI, INTERJEKSI,  ARTIKEL, DAN PARTIKEL)

MAKNA DAN PERUBAHANNYA
                   Makna adalah hubungan antara bentuk bahasa dengan obyek atau sesuatu (hal) yang diacunya.
              Macam makna
ü  Makna Leksikal (makna denotasi)
                        Contoh:
                        belah= (1) celah, (2) pecah menjadi        dua,    (3) setengah, (4) sisi, (5) pihak
ü  Makna Gramatikal (makna konotasi)
                                Contoh:
                                lembah hitam
                                Sumenep kelabu
PERUBAHAN MAKNA
ü     Meluas
                        putra-putri (dulu: putri raja)
                        berlayar
ü     Menyempit
                        sarjana (dulu: semua orang pandai)
ü     Amelioratif
                        wanita, istri, nyonya (skrg: baik)
ü     Peyoratif
                        perempuna, bini, gerombolan, oknum (skrg: kurang
                        baik)
ü     Sinestesis
                        Kata-katanya manis.
ü     Asosiasi
                        Beri dia amplop agar urusan   cepat.beres (sogokan)

PERTEMUAN  KE-5
DIKSI, GAYA BAHASA, DAN IDIOM
ü     Diksi adalah hasil dari upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam suatu tuturan bahasa. Diksi adalah ketepatan pilihan kata.
              Syarat-syarat ketepatan pilihan kata:
·                       Dapat membedakan antara konotasi dan denotasi
                         Contoh:
                                    Bunga mawar disukai banyak wanita.
                                    Jika bunga bank tinggi, orang enggan mengambil                               kredit bank.
·                       Dapat membedakan kata-kata yang hampir bersinonim.
             Contoh:
                        Siapa pengubah peraturan yang memberatkan            pengusaha?
                        Pembebasan bea masuk untuk jenis barang tertentu             adalah
                        peubah peraturan yang selama ini memberatkan        pengusaha.
·                       Dapat membedakan kata-kata yang hampir sama ejaannya.
             Contoh:
                        intesif dan insentif
                        preposisi dan proposisi
                         
                    
·                     Dapat memahami dengan tepat kata-kata abstrak.
            Contoh:
                        keadilan, kebahagiaan, kemudahan, dst.
·                     Dapat memakai kata penghubung yang berpasangan secara tepat.
            Contoh;
                        antara……dan; tidak….tetapi; baik….maupun; bukan…melainkan

                GAYA BAHASA (= langgam bahasa, majas)  adalah cara penutur mengungkapkan maksudnya
            Contoh:
                        majas perbandingan (personifikasi, litotes, hiperbola, dll.)
                        majas penegasan (repetisi, klimaks, antiklimaks, dst.)
                        majas sindiran (ironi, sinisme, dan sarkasme)
                                majas pertentangan (paradoks)

                Idiom adalah ungkapan bahasa yang artinya tidak secara langsung dapat dijabarkan dari unsur-unsurnya.
                Contoh:
                        gulung tikar, adu domba, muka tembok, dsb.
                            
PERTEMUAN KE-6
                FUNGSI S, P, O, Pel, DAN K  DALAM KALIMAT
u    KALIMAT adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subyek dan predikat dan intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap dengan makna.
«   FUNGSI S (SUBYEK)
             subyek adalah bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, atau suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan.
          Fungsi subyek
1.    Membentuk kalimat dasar, kalimat luas, kalimat tunggal, atau kalimat majemuk.
2.    Memperjelas makna.
3.    Menjadi pokok pikiran
4.    Menegaskan (menfokuskan) makna.
5.    Memperjelas pikiran ungkapan.
6.    Membentuk kesatuan pikiran.
Contoh:
«   Ayahku sedang melukis.
«   Yang berbaju batik dosen saya.
u    FUNGSI P (PREDIKAT)
               Predikat adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana (sifat, situasi, status, ciri, jumlah, atau jatidiri)  subyek.
           Fungsi predikat:
   Membentuk kalimat dasar, kalimat tunggal, kalimat luas, dan kalimat majemuk.
   Menjadi unsur penjelas, yaitu memperjelas pikiran atau gagasan yang diungkapkan dan menentukan kejelasan makna kalimat.
   Menegaskan makna.
   Membentuk kesatuan pikiran.
   Sebagai sebutan.
Contoh:
ü   Pengusaha sukses itu menemukan peluang bisnis barunya.
ü   Bisnisnya berkembang amat pesat setelah menggunakan bahan bahan baku lokal.
u    FUNGSI  O (OBYEK)
                 Obyek adalah bagian kalimat yang melengkapi predikat
             Fungsi obyek:         
    Membentuk kalimat dasar pada kalimat berpredikat transitif.
    Memperjelas makna kalimat.
    Membentuk kesatuan atau kelengkapan pikiran.
Contoh:
ü    Mereka mendiskusikan anti korupsi  (bukan: mengenai anti korupsi).
ü    Mahasiswa itu menerangkan kerangka berpikirnya (bukan: tentang kerangka berpikirnya)
q  FUNGSI Pel  (PELENGKAP)
          Pelengkap adalah unsur kalimat yang berfungsi melengkapi informasi, mengkhususkan obyek, dan melengkapi struktur kalimat.
        Contoh:
ü  Negara Republik Indonesia berdasarkan Pancasila.
ü  Ia menjadi rektor.
ü  Ibu membawakan saya oleh-oleh.
q  FUNGSI K (KETERANGAN)
          Keterangan adalah unsur kalimat yang berfungsi menjelaskan atau melengkapi informasi pesan-pesan kalimat.
          Contoh:
ü  Mahasiswa berpendapat bahwa sekarang ini sulit mendapatkan pekerjaan.
ü  Kemarin rektor berangkat ke  Tokyo.




KALIMAT DAN PERLUASANNYA
POLA KALIMAT DASAR
u    Ciri-ciri pola kalimat dasar;
4.            Berupa kalimat tunggal (satu S, satu P, satu O, satu Pel, satu K)
5.            Sekurang-kurangnya terdiri dari satu S dan satu P.
6.            Selallu diawali dengan S.
7.            Berbentuk kalimat aktif.
8.            Unsur-unsurnya berupa kata atau frase.
9.            Dapat dikembangkan menjadi kalimat luas.
u   Type  kalimat dasar
  1. S – P                          4.  S – P – K
  2. S – P – O                   5.  S – P – O - Pel
  3. S – P – PeL               6.  S – P – O - Ket

KALIMAT LUAS
TYPE
KALIMAT DASAR
KALIMATA LUAS
1.
Lina tersenyum
Lina anak pak Hadi tersenyum,  lalu menangis.
2.
Rani mendapat hadiah
Gadis yang berbaju biru itu mendapat mobil dan sepeda motor baru.
3.
Ali merasa tersisihkan
Adik bungsu saya merasa tidak diikutkan dalam pergaulan
4.
Amin Rais tinggal di Yogyakarta.
Mantan ketua MPR RI tinggal di sebuah kota yang mempunyai julukan kota pelajar.
5.
Yanto menghadiahi pacarnya jam tangan.
Mahasiswa teladan itu menghadiahi gadis yang dicintanya  jam tangan merek terkenal buatan Swiss.
6.
Mereka memperlakukan saya dengan sopan.
Mahasiswa semester I FIE memperlakukan dosen walinya dengan perlakuan yang semestinya.

Kalimat berdasar bentuk dan perluasannya
1.    Jumlah klausa
   Kalimat tunggal
   Kalimat nominal
   Kalimat ajektival
   Kalimat verbal
   Kalimat numeral
   Kalimat majemuk
   Kalimat majemuk setara
   Kalimat majemuk bertingkat
2.    Fungsi isinya
   Kalimat berita (deklaratif)
   Kalimat tanya (interogatif)
   Kalimat perintah (interatif)
   Kalmat seru (eksklamatif)
3.    Kelengkapan unsur
   Kalimat lengkap (kalimat mayor)
   Kalimat tak lengkap (kalimat minor)
4.    Susunan S-P
Kalimat biasa           
Kalimat inversi

Kalimat Majemuk Setara dan Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat Majemuk Setara 
              Ciri-ciri:
1.    Dibentuk dari dua atau lebih kalimat tunggal.
2.    Kedudukan tiap kalimat sederajat.
Contoh:
o   Seorang manajer harus mempunyai wawasan yang luas dan harus menjunjung tinggi etika profesi
o   Para peserta seminar sudah mulai datang,  sedangkan panitia belum siap.

Kalimat Majemuk Beringkat
 Ciri-ciri:
1.    Dibentuk dari dua atau lebih klausa.
2.    Kedudukan tiap klausa tidak setara, karena klausa kedua merupakan perluasan dari klausa pertama.
Contoh:
n     Dia datang ketika kami sedang rapat.
n     Anita menjadi mahasiswa teladan karena tekun, cerdas, dan sopan.
n     Semangat belajarnya tetap tinggi walaupun usianya sudah lanjut.

PERTEMUAN KE-7
KALIMAT BAKU
                   Kalimat baku adalah kalimat dengan ciri-ciri:
o   Sesuai dengan tatabahasa (gramatikal).
o   Cermat.
o   Masuk akal (logis).
o   Tidak bertele-tele.
o   Sesuai dengan ejaan yang berlaku.
o   Sesuai dengan lafal Indonesia.

Kalimat yang sesuai dengan tatabahasa
              Contoh:
o   Untuk mengetahui tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat dinilai dari cara dia berbicara.
             Yang baku: Tinggi rendahnya pendidikan seseorang dapat dinilai dari caranya berbicara.
o   Demikian untuk dimaklumi.
             Yang baku: Demikian, bapak/ibu maklum hendaknya.
o   Soal itu saya kurang jelas.
             Yang baku: Soal itu bagi saya kurang jelas.
o   Peristiwa itu perlu mendapat perhatian kita. Sehingga kita tidak menghadapi kesulitan pada masa yang akan datang.
             Yang baku: Peristiwa itu perlu mendapat perhatian kita,  sehingga kita tidak menghadapi kesulitan pada masa yang akan datang.
o   Yang membatasinya hanyalah Badan Sensor  film-film mana yang boleh ditonton  untuk segala umum.
             Yang baku: Yang membatasi film-film mana yang boleh ditonton untuk segala umur hanyalah Badan Sensor.
            
Kalimat yang cermat
              Contoh:
o   P.T. Pusri telah mendatangkan 175 buah gerbong khusus untuk   mengangkut pupuk dan 4 buah lokomotif.
Yang baku: P.T. Pusri telah mendatangkan 175 buah gerbong dan 4 buah lokomotif khusus  untuk untuk mengangkut  pupuk.
o   Yang diceritakan menceritakan tentang putera-putera raja, tentang Si Jenaka, Pak Pandir, dan sebagainya.
Yang baku:  Yang diceritakan, putera-putera raja Si Jenaka, Pak  Pandir, dan sebagainya.
o   Sebetulnya untuk memberi definisi serta pengertian apa sebenarnya bimbingan atau “guidance”  itu timbul bermacan-macam definisi dan pengertian.
Yang baku: Sebetulnya, definisi  bimbingan atau “guidance” itu bermacam-macam.


Kalimat yang masuk akal (logis)
              Contoh:
o   Sekarang acara sambutan Ketua Panitia. Waktu dipersilahkan.
             Yang baku: Sekarang acara sambutan Ketua Panitia. Waktu kami berikan.
o   Jalannya upacara pemberangkatan jenazah banyak dikunjungi orang.
             Yang baku: Upacara pemberangkatan jenazah dikunjungi banyak orang.
o   Pengamanan, menurut seorang pejabat kepolisian, masih tetap disiagakan.
             Yang baku: Pengamanan, menurut seorang pejabat kepolisian, masih tetap ditingkatkan.

PERTEMUAN KE-8
Kalimat yang tidak bertele-tele
              Contoh:
             Menurut keterangan polisi Surabaya aksi protes tersebut ditujukan kepada seorang dosen dengan dibawah pimpinan seorang mahasiswa yang mempunyai maksud tidak setuju dengan tindakan tersebut yang dalam pengantar perkuliahannya bertindak tidak wajar terhadap mahasiswa-mahasiswanya dengan cara memukul dan melempar anak kunci dan memprotes metode yang dilakukan dalam loboratorium bahasa.
             Yang baku:  Menurut keterangan polisi Surabaya aksi protes yang ditujukan kepada dosen,   karena diterapkannya metode yang tidak wajar dalam perkuliahan di  laboratorium bahasa
Kalimat yang sesuai dengan ejaan yang berlaku
              Contoh: (baca:  Pertemuan ke-2 dan ke-3)
Kalimat yang sesuai dengan lafal Indonesia
              (ket: Hindari lafal dialek atau lafal idiolek).
Kalimat yang sesuai dengan ejaan yang berlalku
            Contoh: (baca:  Pertemuan ke-2 dan ke-3)
Kalimat yang sesuai dengan lafal Indonesia
            (ket: Hindari lafal dialek atau lafal idiolek)
           
 PERTEMUAN KE-9

PERTEMUAN KE-10
ALINEA (PARAGRAF)
Alinea adalah bagian dari suatu karangan yang terdiri dari sejumlah kalimat yang mengungkapkan satuan informasi dengan pikiran utama sebagai pengendalinya dan pikiran penjelas sebagai pendukungnya.
FUNGSI ALINEA
1.    mengekspresikan gagasan tertulis dengan memberi bentuk suatu pikiran dan perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis, dalam suatu kesatuan.
2.    menandai peralihan (pergantian) gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa alinea, ganti alinea berarti ganti pikiran.
3.    Memudahkan pengorganisasian gagasan bagi penulis, dan memudahkan pemahaman bagi pembacanya.
4.    Memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan-satuan unit pikiran yang lebih kecil.
5.      Memudahkan pengendalian variabel.terutama karangan yang terdiri atas beberapa variabel.

Syarat alinea (paragraf) yang baik:Kesatuan 
o   Kepaduan
o   Ketuntasan
o   Keruntutan
o   Konsistensi penggunaan sudut pandang
KESATUAN ALINEA
=
seluruh kalimat hanya membicarakan satu pokok pikiran

KEPADUAN ALINEA
=
alinea dibangun dengan kalimat-kalimat yang berhubungan logis.
&   KESATUAN ALINEA
                        Amerika adalah negara kaya. Di Amerika perkembangan ilmu pengetahuan maju pesat. Di sana bahasa yang besar, termasuk bahasa Indonesia dipelajari untuk kepentingan politik Amerika.
&   KEPADUAN ALINEA
                        Faktur adalah tanda bukti penjualan barang. Faktur ada yang digabungkan dengan kuitansi  dan faktur itu disebut faktur berkuitansi. Faktur  berkuitansi  cocok dipakai untuk penjualan tunai. Faktur yang kedua adalah faktur tanpa kuitansi. Faktur tanpa kuitansi ini dapat dipakai baik untuk penjualan tunai maupun kredit.
                       
KETUNTASAN=kesempurnaan
KERUNTUTAN=penyusunan urutan gagasan dalam karangan
&KETUNTASAN
                        Mahasiswa di kelas itu terdiri dari 15 orang perempuan dan 13 ornag laki-laki. Prestasi perempuan mencapai IPK 4 sebanyak 3 orang, IPK 3 sebanyak 10 orang, dan IPK 2,7 sebanyak 2 orang. Sedangkan prestasi laki-laki mencapai IPK 4 sebanyak 2 orang, IPK 3 sebanya 10 orang. Mereka yang belum mencapai IPK 4 brupaya meningkatkannya  dengan  menulis skripsi sesempurna mungkin sehingga dapat mengangkat IPK lebih tinggi. Sedangkan mereka yang sudah mencapai IPK 4 juga berupaya mendapatkan nilai skripsi A dengan harapan dapat  mempertahankan IPK akhir tetap 4.
&KERUNTUTAN
                        Pendidikan berkualitas itu mahal. Mahasiswa yang mengharapkan kemampuannya berkualitas internasional harus bersedia membayar sarana yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tersebut.Pertama, sarana standar: teknologi komputer dan sofware mutakhir on line dengan internet, laboratorium teknis untuk praktikum, dan buku-buku mutakhir. Kedua, pengajar berkualitas sudah pasti penuntut bayaran yang lebih mahal. Ketiga, sarana penunjang ruang kuliah disertai mesin pendingin.Selain itu penyelenggara pendidikan nasih harus menyediakan sarana lain untuk memenuhi syarat standar internasional, misalnya ISO 9001 atau ISO 2001.
KONSISTENSI PENGGUNAAN SUDUT PANDANG=sudut pandang penulis dari awal sampai akhir.
                        Penulis membatasi kajian ini sebatas pada konsep kebahasaan dalam penulisan ilmiah bagi mahasiswa di perguruan tinggi. Untuk memudahkan pemahaman konsep dan aplikasinya, penulis mengidentifikasi konsep-konsep tersebut dengan definisi dan pengertian. Untuk memudahkan aplikasinya, penulis berikan contoh-contoh yang relevan dengan teorinya.

PERTEMUAN KE-10
KALIMAT TOPIK
Kalimat Topik adalah kalimat yang berisi gagasan utama dalam alinea.
LETAK KALIMAT TOPIK DALAM ALINEA
1.    Kalimat topik pada  awal alinea (Alinea Deduktif).
2.    Kalimat topik pada akhir alinea (Alinea Induktif).
3.    Kalimat topik pada awal dan akhir alinea). (Alinea Induktif-Deduktif/Campuran).
4.    Kalimat topik pada seluruh alinea.

ALINEA DEDUKTIF  (1)   DAN ALINEA INDUKTIF  (2)
            (1). Harga sebagian barang pokok bergerak naik. Beras seminggu lalu berharga Rp200,00/liter kini berubah jadi Rp225,00/liter. Gula pasir melonjak dar Rp250,00/kg menjadi Rp300,00/kg. Minyak kelapa walaupun tidak seberapa naiknya tetapi…..
            (2).  Yang dimaksud kebudayaan fisik cukup jelas karena merujuk pada benda-benda. Kebudayaan nonfisik ada yang berupa pemikiran dan ada yang berujud tingkah laku. Adapun contoh hasil kebudayaan fisik  diantaranya patung, lukisan, rumah, bangunan, mobil, dan jembatan. Contoh kebudayaan yang berupa pemikiran adalah aliran filsafat, pengetahuan, temuah ilmiah, etika, dan estetika. Hasil kebudayaan yang berujud tingkah laku di antaranya adalah sikap dan kebiasaan, adatistiadat, sendratari, drama, bertani, bahkan berkelahi. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa kebudayaan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu kebudayaan fisik dan kebudayaan nonfisik.
PENGEMBANGAN ALINEA:

adalah strategi yang dilakukan penulis untuk  mencapai target penulisan.
                         Pengembangan alinea berdasarkan  posisi kalimat topiknya, menghasilkan alinea:
                   Deduktif
                   Induktif
                   Deduktif-Induktif
                   Penuh kalimat topik
                         Pengembangan alinea berdasarkan fungsinya dalam karangan, menghasilkan alinea:
                      Pembuka (contoh pada slide berikut!)
                      Pengembang (contoh pada slide berikut!)
                      Penutup (contoh pada slide berikut!)
                         Pengembangan alinea berdasarkan sifat isinya, menghasilkan alinea:
1.    Persuasif             4.  Deskriptif (contoh pada slide berikut)
2.    Ekspositoris        5.  Argumentatif (contoh pada slide berikiut)
3.    Naratif


CONTOH ALINEA PEMBUKA (1), PENGEMBANG (2), DAN PENUTUP (3)
                        (1) Secara umum dapat dikatakan bahwa surat adalah alat untuk menyampaikan informasi secara tertulis. Batasan itu mengandung pengertian yang sangat luas karena banyak sekali maksud yang dapat dituangkan secara tertulis, misalnya karangan berbentuk artikel, makalah, skripsi, dan buku. Oleh sebab itu,  batasan tersebut perlu dipertegas lagi denga penekanan bahwa maksud yang disampaikan melalui surat dapat berupa permintaan, penolakan,  dan sebagainya.
                        (2) Walaupun demikian, batasan di atas pun masih belum mencakup misi atau pesan yang diemban oleh surat secara keseluruhan. Dalam pengertian sehari-hari, surat umumya hanya dikenal sebagai alat untuk meyampaikan berita secara tertulis. Pengertian tersebut adalah penertian sempit akibat anggapan surat hanya merupakan alat untuk mengirim kabar atau berita, padahal surat mengandung aspek yang lebih luas meliputi…
                        (3) Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya surat adalah informasi tertulis yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi tulis yang dibuat dengan persyaratan tertentu yang khusus berlaku untuk surat menyurat.
CONTOH ALINEA DESKRIPTIF (1)  DAN ARGUMENTATIF (2)
                        (1) Kuda nil adalah binatang air yang besar dengan kaki menjejak tanah.  Binatang ini hidup di Afrika. Kecuali gajah,  kuda nil adalah binatang terberat yang menjejak tanah. Seekor kuda nil yang besar, ukuran badannya dapat menyamai tiga mobil sedan. Tentu kita tidak ingin kuda nil menginjak jari kita, bukan?
                        (2)  Saya akan mengoreksi pernyataan Sdr. Yusja yang mengatakan bahwa ”Jika seseorang berjalan dari titik terus menerus menuju angka yang lebih besarke kanan akan sampai8 pada bilangan yang tidak terhingga. Tetapi mungkin juga orang itu akan sampai pada titik nol kembali. Bukankah dunia ini bulat?” Pertana akan saya sampaikan adalah garis blangan itu datar. Jika kita berjalan ke arah kanan (sumbu positif), maka perjalanan kita tidak akan berakhir sampai kita mati. Kita tidak akan pernah mencapai bilangan tak terhingga karena bilangan tak terhingga itu tidak ada.Ketidakhinggaan itu adalah sifat, bukan bilangan. Kedua kita tidak akan pernah kembali ke titik nol sebab jika……..


PERTEMUAN KE-11
TOPIK, TEMA, DAN JUDUL KARANGAN
TOPIK KARANGAN adalah ide sentral yang berfungsi mengikat keseluruhan uraian, deskripsi, penjelasan, dan seluruh pembuktian. (Topik adalah proposisi yang berwujud frasa atau kalimatyang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan).
              Contoh:
3.    Tantangan industri strategis menyongsong era globalisasi.
4.    Pemberdayaan bisnis berbasis sumber daya alam.
5.    Pembelajaran mahasiswa dengan multimedia.
TEMA KARANGAN adalah ide atau gagasan tertentu yang akan disampaikan oleh penulis dalam karangannya. (Tema adalah pengungkapan maksud dan tujuan/tesis. Tema = tujuan = tesis).
              Contoh:
6.    Menjelaskan cara  mengantisipasi kebijakan industri strategis dalam konteks internasionalisasi.
7.    Menjelaskan cara/upaya pemberdayaan bisnis yang berbasis sumenber daya alam.
8.    Menjelaskan cara/teknik sistem pembalajaran dengan menggunakan multimedia.
Judul karangan
Judul=nama=titel karangan
Syarat judul yang baik
            1.  Sesuai dengan topik.
            2.  Sesuai dengan isi karangan.
            3.  Berbentuk frase, bukan kalimat.
            4.  Singkat.
            5.  Jelas.
Contoh:
    Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah melalui sektor perikanan laut pada Pemerintah Kabupaten Sumeep.
    Analisis fungsi bahasa Indonesia dalam komunikasi bisnis pada pelayanan pajak di Kabupaten Sumenep.

MANFAAT KERANGKA KARANGAN
KERANGKA KARAGAN adalah rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan.
Manfaat:
     Akan mempermudah pengarang menuliskan karangannya.
     Akan mencegah pengarang mengolah suatu ide sampai dua kali
     Akan  mencegah pengarang ke luar dari sasaran yang telah ditetapkan.
     Melalui kerangka karangan pembaca dapat melihat intisari ide serta struktur karangam.
Syarat kerangka karangan yang baik:
     Menggunakan bentuk kerangka stadar.
     Menggunakan inden atau lurus secara konsisten.
     Menggunakan penomoran secara konsisten.
     Kerangka karangan tidak sama dengan dartar isi.

MEMBUAT KERANGKA KARANGAN
Pola Penyusunan
o   Pola Alamiah (urutan ruang, urutan waktu)
o   Pola Logis (urutan kalimat, urutan sebab-akibat, urutan, pemecahan masalah, urutan umum-khusus).
KERANGKA KARANGAN URUTAN PEMECAHAN MASALAH).
              Contoh 1 (Penulisam Makalah) 
                                    I.   PENDAHULUAN
                                         1.1.  Larat Belakang dan Masalah
                                         1.2.  Pentingnya Pembahasan Masalah
                                         1.3.  Sudut Pandang Dan Pendekatan
                                         1.4.  Pembatasan Masalah
                                    II.  PEMBAHASAN
                                         2.1.  Masalah yang Dihadapi
                                         2.2.  Cara Pemecahan Masalah
                                         2.3.  Dukungan
                                         2.4.  Hambatan
                                    III. PENUTUP
                                         3.1.  Kesimpulan
                                         3.2.  Saran                       

Contoh 2 (Penulisan Skripsi)  
                        Bab I Pendahuluan
                                    1.1.  Latar Belakang
                                    1.2.  Masalah
                                    1.3.  Tujuan
                                    1.4.  Manfaat
                        Bab II Tinjauan Pustaka
                                    2.1.  Analisis
                                    2.2.  Sintesis
                        Bab III  Hasil Penelitian
                                    3.1.  Interpretasi
                                    3.2.  Implikasi
                        Bab IV  Simpulan
Contoh 3 (Kerangka Karangan Penuliaan Skripsi                   Mahasiswa Unija Sumenep)

PERTEMUAH KE-12
Fungsi kutipan:
o   Penguat, pendukung, atau pembanding  pendapat sendiri.
o   Pendapat yang ditentang atau  dikoreksi.
o   Pendapat yang diambil sebagai bahan uraian. 

Kutipan Tidak Langsung (kutipan isi)
Contoh:
o   Menurut pendapat Keraf (1980:316) ada empat macam metode berpidato.
o   Keraf (1980:316) mengatakan…..
o   Nasution dalam Keraf (1980:4) memberikan alasan…
o   Menurut Kompas (2007, 24/12:1)…………..
o   Depdiknas (2003:22) mengatakan…………..

Kutipan Langsung (kutipan lengkap)
Contoh (kurang dari  5 baris)
              Yassin (1967:10) menyatakan “ tentang pengertian…”


Contoh   (5 baris atau lebih)
            “Pendekatan behaviorisme           berpangkal dari        pandangan ahli psikologi yang berpendapat bahwa  anak lahir   belum membawa……………………………          ……………… .            ..……………………………………………………………………………………………            ……………………………………………………………………………………
            (Pateda, 1990:76).

PERTEMUAN KE-13
CATATAN KAKI (FOOT NOTE) digunakan:
o   Untuk memberikan keterangan tambahan tentang fakta, konsep, gagasan, sumber data atau keterangan lain yang relevan.
o   Untuk memberikan penjelasan tambahan tentang masalah yang dikemukakan.
o   Untuk memberikan tambahan argumentasi terhadap pendapat yang diragukan atau ditentang.

CARA PENULISAN CATATAN KAKI
o   Harus diberikan nomor penunjukan terhadap  teks yang dijelaskan.
o   Diletakkan di bawah garis (sepanjang 15 ketikan) yang berada 3 spasi di bawah teks bagian bawah.
o   Masuk 5-7 ketikan dari sembir kiri.
o   Menggunakan satu spasi.
o   Jarak antara dua catatan kaki, sebanyak 2 spasi.
              Contoh:  ……semakin efisien. 1

              ______________________________
                        1) Prof.  Dr. Nurimansyah Hasibuan. Ekonomi Industri:  Persaingan-Monopoli-Regulasi, Diktat Kuliah, 1990, Fakultas Ekonomi Unija, hal. 12.

                        2) ....


PERTEMUAN KE-14
DAFTAR PUSTAKA (BIBLIOGRAPHY)
1.    Jarak penulisan daftar kepustakaan satu spasi, antara satu kepustakaan dengan yang lain  diberi jarak dua spasi.
2.    Huruf pertama rapat sembir kiri, sedang baris berikutnya mundur 4 ketikan dari sembir kiri.
3.    Nama penulis disusun menurut abjad, umumnya tidak perlu memberikan nomor urut.
4.    Informasi disajikan dalam urutan nama pengarang, judul kepustakaan, keterangan penerbit, dan waktu terbitan. Antara informasi itu dipisahkan dengan tanda titik.
Contoh:
Teguh, Muhammad. Metodologi Penelitian Ekonomi.. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada. 1999.


PERTEMUAN  KE-15
1.    Pengetikan/spasi 
                        KTI ditulis pada kertas HVS 80 g ukuran kuarto, tidak bolak-balik.  Diketik dari tepi kiri 4 cm, tepi kanan 3 cm, dari batas atas 4 cim, dari bawah 3 cm.  Jarak antara baris 1,5 spasi  atau  2 spasi. Kecuali: kutipan langsung, judul daftar/tabel/gambar, dan daftar pustaka yang menggunakan 1 spasi.
2.               Penomoran
                        Pada bagian pengantar tulisan, mulai dari kata pengantar sampai abstrak, diberi nomor halaman angka Romawi kecil.  Selanjutnya mulai dari Bab I sampai halaman terakhir digunakan angka Arab.
                        Nomor halaman dituliskan di tengah atau di sudut kanan atas halaman. Pada halaman yang mempunyai judul bab, nomor halaman diletakkan dibagian bawah halaman, baik di tengah atau di kanan bawah.

Tugas Mahasiswa
Tugas Kelompok
1.    Cari referensi tentang kebahasaan di internet.
2.    Setiap klp menyerahkan minimal 3 judul  .
3.    Setiap klp terdiri paling banyak 3 anggota.
4.    Disetor paling lambat saat UTS  dalam 1 CD untuk semua mahasiswa.

Tugas Individual
1.    Buat makalah/artikel tentang kebahasaan
2.    Panjang karangan minimal 2 lembar folio.
3.    Terketik rapi.
4.    Disetor paling lambat saat UAS dalam 1 CD untuk semua mahasiswa.

PEDOMAN PENILAIAN
Nilai/prosentase Kehadiran Mhs:bobot:15%
Nilai Rata-rata Tugas:                   bobot 20%
NilaiUTS:                                        bobot 25%
Nilai  UAS:                                      bobot 40%
Absensi: 
                        lebih dari atau sama dengan 75% bonus 5 poin
                        kurang dari  75% tidak boleh mengikuti UAS.
Standar Konversi Nilai
                        A   = 80 – 100
                        B+ = 75 – 79
                        B   = 65 – 74
                        C   = 50 – 64
                        D   = 25 – 49
                        E   = 0  -   25




 BIODATA

NAMA                           : Drs. H. AKHMAD NURHADI, S.Pd., M.Si.
ALAMAT          : Jl. Dr. Cipto Gg VII Blok i-2 Kolor Sumenep
PENDIDIKAN  :          1.  S-1 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
                                           Universitas Madura Pamekasan.
                                      2.  S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra
                                           Indonesia Universitas PGRI-Adhibuana
                                           Surabaya.
                                      3.  S-2 Magister Administrasi Publik Universitas
                                            Wijaya Putra Surabaya.
PEKERJAAN  : Dosen Universitas Wiraraja Sumenep
ORGANISASI : Wakil Ketua Tahfidh Pengurus Cabang    NU
                            Kab. Sumenep (2010-2015)
Kontak Person: (0328) 661187 / 081999980270

                                                                                   Sumenep,  September   2010
  

BAHAN AJAR MAHASISWA STKIP PGRI SUMENEP                                                                                            


BAHAN AJAR:
PROFESI KEPENDIDIKAN
REFERENSI:
1.      Profesi Kependidikan oleh Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd.
2.      Profesi Keguruan oleh Prof. Soetjipto dan Drs. Faflis Kosasi, M.Sc.
3.      Menjadi Guru Profesional oleh Dr.  E. Mulyasa, M.Pd..
4.      Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru oleh Dr. E. Mulyasa, M.Pd.

TATAP MUKA I:
PENGERTIAN GURU/PENDIDIK
              Guru adalah orang dewasa yang secara sadar bertanggung jawab dalam mendidik, mengajar, dan membimbing peserta didik (Prof. Dr. H. Hamzah B.Uno, M.Pd.)
              Teacher is professional person who conducts classes (= Guru adalah seseorang yang mempunyai kemampuan dalam menata dan mengelola kelas (Lawrence D. Hazkew dan Jonathan C. Mc. Lendon).
              Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai  dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,  dan pendidikan menengah (UU No. 14/2005 Tentang Guru dan Dosen).
       diskusi
v  Definisikan pengertian guru menurut pendapat Saudara!
v  Jelaskan pengertian:
1.      pendidik
2.      tenaga kependidikan
3.      dosen
4.      guru besar
5.      Tk
6.      paud


TATAP MUKA II:
KONSEP PROFESIONALISME GURU
Ø  Profesi =bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu  (KBBI).
Ø  Profesional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran atau kecakapan, yang memenuhi standar mutu  atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi (UU No. 14/2005 Tentang Guru dan Dosen).
Ø  Hakikat profesi guru
              Guru merupakan profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan  tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. (Diskusikan: Kenyataannya?)
              Syarat profesi guru:
  1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual.
  2. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus.
  3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional  yang lama.
  4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan.
  5. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen.
  6. Jabatan yang menentukan baku (standar) sendiri.
  7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan di atas keuntungan pribadi.
  8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional  yang kuat dan terjalin erat (National Education Association)


TATAP MUKA III:
ORGANISASI PROFESI,   KODE ETIK, DAN  SUMPAH GURU INDONESIA
                     ORGANISASI PROFESI GURU
              PGRI, MGMP,  ISPI, Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI),  Klub Guru Indonesia (IGI), Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia (ABKIN), Himpunan Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia (HSPBI),  dll.
                     KODE ETIK JABATAN GURU
Kode Etik adalah pedoman sikap, tingkah laku, dan perbuatan di dalam melaksanakan tugas dan hidup sehari-hari.
Tujuan Kode Etik :
  1. Untuk menjunjung tinggi martabat profesi.
  2. Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya.
  3. Untuk meningkatkan pengabdian para  anggota profesi.
  4. Untuk meningkatkan mutu profesi.
  5. Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi.

Kode Etik Guru Indonesia
KODE ETIK GURU INDONESIA
             Hubungan guru dengan peserta didik:
              Profesional; menghayati dan mengamalkan hak-hak kewajibannya; mengakui hak murid; menciptakan suasana yang menyenangkan; dilandasi kasih sayang; dst.
             Hubungan guru dengan orang tua/wali siswa:
              Kerja sama; jujur dan obyektif; merahasiakan info peserta didik kepada orang lain; memotivasi; berkomunikasi; menjunjung tinggi hak orang tua; dst.
             Hubungan guru dengan masyarakat:
              Menjalin komunikasi; mengakomodasi aspirasi; peka terhadap perubahan; bekerja sama;  berperan aktif; tidak boleh membocorkan rahasia sejawat; dilarang tampil eksklusif; dsb.
               Hubungan guru dengan sekolah dan rekan sejawat:
              Meningkatkan kinerja; memotivasi; menciptakan suasana yang kondusif; saling menghormati; saling membimbing; menjunjung tinggi martabat profesionalisme; membantu rekan yunior; dsb.
               Hubungan guru dengan profesi:
              Menjunjung tinggi jabatan guru; mengembangkan disiplin ilmu Pendidikan/bidang studi; terus-menerus meningkatkan kompetensinya; tidak boleh melakukan tindakan/mengeluarkan pendapat yang merendahkan marbatnya profesinya; tidak boleh menerima janji, pemberian, pujian, yang mempengaruhi keputusan  dan tindakan profesinya, dsb.

             Hubungan guru dengan organisasi profesinya:
              Menjadi anggota dan berperan aktik; memantapkan dan memajukan organisasi; ; tidak boleh melakukan tindakan/mengeluarkan pendapat yang merendahkan martabat   dan eksistensi organisasi profesi;  tidak boleh mengeluarkan pendapat dan bersaksi palsu untuk memperoleh keuntungan pribadi dari organisasinya;  tidak boleh menyatakan keluar dari organisasi profesinya tanpa alasan , dsb.
             Hubungan guru dengan pemerintah:
              Memiliki komitmen kuat untuk melaksanakan program pembangunan bidang pendidikan; membantu pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan yang berbudaya; ikut menciptakan, memelihara, dan meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan; tidak boleh menghindari kewajiban yang dibebankan oleh pemerintah; tidak boleh melakukan tindakan yang merugikan negara, dsb.
             SUMPAH GURU INDONESIA
SUMPAH GURU INDONESIA
              Demi Allah!
              Sebagai Guru Indonesia  saya bersumpah/berjanji
              Bahwa saya akan:
              membaktikan diri saya untuk tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai,  dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran peserta didik guna kepentingan masa depannya;
              melestarikan dan menjunjung tinggi martabat guru sebagai profesi terhormat dan mulia;
              melaksanakan tugas saya sesuai  sesuai dengan kompetensi jabatan guru;
              melaksanakan tugas saya  serta bertanggung jawab yang tinggi dengan mengutamakan kepentingan peserta didik, masyarakat, bangsa, dan  negara, serta kemanusiaan;

              menggunakan keharusan profesional saya semata-mata berdasarkan nilai-nilai agama dan Pancasila;
              menghormati hak azasi peserta didik untuk tumbuh dan berkembang guna mencapai kedewasaannya sebagai warga negara dan bangsa Indonesia yang bermoral dan berakhlak mulia;
              berusaha secara sungguh-sungguh untuk meningkatkan keharusan profesional;
              berusaha secara sungguh-sungguh untuk melaksanakan tugas  tugas guru tanpa dipengaruhi pertimbangan unsur-unsur di luar kependidikan;
              Memberikan penghormatan dan pernyataan terima kasih pada guru yang telah mengantarkan saya menjadi  guru Indonesia;
              menjalin kerja sama secara sungguh-sungguh dengan rekan sejawat untuk menumbuhkembangkan dan meningkatkan profesionalitas guru Indonesia;

                   berusaha untuk menjadi teladan dalam berprilaku bagi peserta didik dan masyarakat;
                   menghormati, mentaati, dan mengamalkan Kode Etik Guru Indonesia.
                        Saya ikrarkan sumpah/janji  ini  secara sungguh-sungguh dengan mempertaruhkan kehormatan saya sebagai guru profesional.
       diskusi
               Kutiplah Kode Etik Guru Indonesia!
               Bagaimana pendapat Anda tentang Kode Etik Guru Indonesia , apakah kode etik itu terlalu mengikat guru atau malah membantu mempertahankan profesi keguruan? Uraikan pendapat Anda berdasarkan  butir-butir yang ada!

TATAP MUKA IV:
KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU
             Delapan intelegensia menurut Prof. Howard Gardner: Linguistik, Logis Matematis, Visual Spatial, Kinestetik, Musikal,  Naturalis, Interpersonal, dan Intrapersonal.
             Kompetensi:  apa yang dapat dilakukan seseorang; kewenangan.
             Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan (UU No. 14/2005 Tentang Guru dan Dosen).
             Kompetensi Guru meliputi: Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial, dan Kompetensi Profesional.  

       diskusi
     Diskusikan lebih lanjut penjabaran dari:
·         Kompetensi  Kepribadian.
·         Kompetensi Sosial.
·         Kompetensi Profesional.

TATAP MUKA V:
VISI, MISI, DAN STRATEGI PEMBANGUNAN   PENDIDIKAN NASIONAL
        VISI:
         Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara  Indonesia agar berkembang menjadi  manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan jaman  yang selalu berubah.
        MISI:
              mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia;
              membantu dan menfasilitasi  pengembangan potensi anak bangsa  secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;


             meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan  kepribadian yang bermoral;
             meningkatkan keprofesionalan  dan akuntabilitas lembaga pendidikan  sebagai pousat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan  standar nasional dan global; dan
             memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.
       STRATEGI:
ü  pelaksanaan pendidikan agama  serta akhlak mulia;
ü  pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi;
ü  proses pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
ü  Evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi pendidikan yang memberdayakan;
ü  Peningkatan keprofesionalan pendidik dan tenaga kependidikan;
ü  Penyediaan sarana belajar yang mendidik;
ü  Pembiayaan pendidikan yang sesuai  dengan prinsip pemerataan dan berkeadilan;
ü  Penyelenggaraan pendidikan yang terbuka dan merata;
ü  pelaksanaan wajib belajar;
ü  Pelaksanaan otonomi manajemen pendidikan;
ü  pemberdayaan peran masyarakat;
ü  Pusat pembudayaan dan pembangunan masyarakat; dan
ü  Pelaksanaan pengawasan dalam sistem pendidikan nasional.

TATAP MUKA VI:
 PENINGKATAN SDM MELALUI PENDIDIKAN
Ø  Pendidikan sebagai proses pembebasan.
Ø  Pendidikan sebagai proses pencerdasan.
Ø  Pendidikan  menjunjung tinggi hak-hak anak.
Ø  Pendidikan menghasilkan tindak perdamaian.
Ø  Pendidikan  anak berwawasan integratif.
Ø  Pendidikan membangun watak persatuan.
Ø  Pendidikan  menghasilkan manusia demokratis.
Ø  Pendidikan  menghasilkan manusia yang peduli terhadap lingkungan.
Ø  Sekolah bukan satu-satunya instrumen pendikan.

diskusi
Kumpulkan contoh-contoh tentang kesalahan  yang dilakukan dalam pendidikan di Indonesia!
         TATAP MUKA VII:
  MEREKONSTRUKSI MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN MELALUI PENGUBAHAN SISTEM PENDIDIKAN DI SEKOLAH
q  Sekolah merupakan organisasi sosial, karena memiliki ciri:
               Memiliki suatu penghuni yang tetap.
               Memiliki struktur politik atau kebijakan umum tentang kehidupan sekolah.
               Memiliki  inti jaringan hubungan sosial.
               Mengembangkan perasaan atau semangat kebersamaan sekolah.
               Memiliki suatu jenis kebudayaan atau subkebudayaan tersendiri.
q    Peranan sekolah dalam merekonstruksi masyarakat, berarti sekolah merekonstruksi berbagai tata nilai yang telah ada dalam masyarakat. (Madoski: upaya pengembangan kebudayaan)Nilai atau kebudayaan yang dikembangkan adalah: Bahasa; sistem teknologi; sistem mata pencaharian hidup dan  ekonomi; organisasional; sistem pengetahuan: religi; dan kesenian.

       diskusi
Sistem pendidikan  yang dilakukan selama ini belum mampu membentuk pribadi yang  tangguh  serta mengembangkan pemikiran yang kreatif.  Kaitkan pendapat Saudara dengan gejala krisis multidimensi dan  disintegrasi yang terjadi akhir-akhir ini!
         TATAP MUKA VIII:
UJIAN TENGAH SEMESTER
       BAHAN MULAI  MATERI TATAP MUKA I SAMPAI DENGAN  VII.

TATAP MUKA IX:
 REFORMASI PENDIDIKAN
q Managemen berbasis sekolah (mbs) sebagai paradigma baru pengelolaan pendidikan.
q Paradigma MBS beranggapan bahwa satu-satunya jalan masuk yang terdekat menuju peningkatan mutu dan relevansi adalah demokratisasi, partisipasi, dan akuntabilitas pendidikan.
q Dibentuknya Dewan Pendidikan (DP) dan Komite Sekolah (KS).
q Terdapat 4 tahap capacity building, yaitu:
Ø  Tahap Praformal
Ø  Tahap Formalitas.
Ø  Tahap Transisional.
Ø  Tahap Otonomi.

q Pengelolaan  pendidikan pada tingkat sekolah:
Ø  Menetapkan visi, misi, strategi, tujuan, logo, lagu, dan tata tertib sekolah.
Ø  Kewenangan dalam penwaru.
Ø  Menetapkan sendiri intra dan ekstrakurikulernya.
Ø  Kewenangan dalam pengadaan sarpras sekolah.
Ø  Kewenangan dalam penghapusan barang.
Ø  Kewenagan dalam  proses pengajaran dan pembelajaran.
Ø  dan urusan teknik edukatif yang lain.

Diskusi
Kemukakan alasan perlunya reformasi pendidikan!

TATAP MUKA X:
 PERAN TEKNOLOGI DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN
q Teknologi merupakan keseluruhan cara yang  secara rasional mengarah pada ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia.
q Teknologi: sederhana                 kompleks.
q Perkembangan teknologi mempengaruhi perkembangan teknologi.
q Dalam abad XXI  pendidikan hendaknya:
Ø  Lulusan berkemampuan untuk  bertahan dalam kehidupan;
Ø  Lulusan berkemampuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan;
Ø  Lulusan berkempuan untuk terus belajar pada  jenjang selanjutnya.
q Memasuki abad XXI  perlu diterapkan empat pilar pendidikan, yaitu:. Learning to know,  Learning to do,  Learning to be, Learning to live together.
q Pendidikan teknologi mengacu pada:
              Rumusan tujuan:
Ø  Mampu menyelesaikan  memecahkan masalah dengan menggunakan konsep teknologi.
Ø  Mampu menggunakan produk teknologi.
Ø  Mampu menciptakan teknologi sederhana.
              Penegembangan bahan ajar: bioteknologi, teknologi produksi, konstruksi, konversi, transportasi, navigasi, instalasi listrik, komuniksi, komputer, dll.
              Pembelajaran: :. Learning to know,  Learning to do,  Learning to be, Learning to live together.
Ø  diskusi
Jelaskan pengaruh timbal balik antara teknologi dan pendidikan!

TATAP MUKA XI:
 PERAN GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN
q  Media Pembelajaran adalah  segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke peserta didik  yang bertujuan merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.
q  Klasifikasi media:
q Peran Media:
ü  Penyajian materi ajar menjadi lebih standar.
ü  PBM menjadi lebih menarik.
ü  PBM menjadi lebih interaktif.
ü  Efisiensi waktu.
ü  Kualitas PBM lebih meningkat.
Ø  Peran Guru dalam Pengembangan Media:
         Guru dapat menentukan media yang digunakan dan sekaligus dapat menciptakan sendiri  media yang dianggap paling efektif dan efisien.
Ø  Diskusikan   Lebih lanjut: Peranan Guru dalam Pengembangan Media!

TATAP MUKA XII:
  PENDIDIKAN DI ERA OTONOMI
q Beberapa  isu krisis yang harus dipertimbangkan dalam menata pendidikan di era otonomi:
ü  Guru harus profesional.
ü  Melakukan perubahan atas kesalahan pendidikan.
ü  Kelayakan mengajar dan kesejahteraan guru.
ü  Efisiensi anggaran.
ü  Depolitisasi kebijakan pendidikan.
ü  Restruturisasi organisasi.
ü  Kebijakan memposisikan pejabat pendidikan yang prof.
ü  Rekrutmen tenaga guru  yang profesional.
ü  Dan seterusnya.
Ø  diskusi
ü  Kritisi lembaga pendidikan yang ada dari  perspektif era otonomi!

TATAP MUKA XIII:
  SEMINAR 1 
ü  Tema: Reformasi Pendidikan.
ü  Bersifat tugas Individual.
ü  Makalah dibuat minimal 2 halaman.
ü  Disajikan dalam seminar.
ü  Setelah dilakukan penyempurnaan makalah dikumpulkan.
ü   
TATAP MUKA XIV:
  SEMINAR 2  
ü  Tema:  Teknologi Pendidikan..
ü  Bersifat tugas Individual.
ü  Makalah dibuat minimal 2 halaman.
ü  Disajikan dalam seminar.
ü  Setelah dilakukan penyempurnaan makalah dikumpulkan.

Ø  KURIKULUM VITAE
NAMA                        : Drs. H. AKHMAD NURHADI, S.Pd., M.Si.
ALAMAT                   : Jl. Dr. Cipto Gg VII Blok i-2 Kolor Sumenep
PENDIDIKAN          : 1.  S-1 Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
                                                Universitas Madura Pamekasan.
                                      2.  S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra
                                                Indonesia Universitas PGRI-Adhibuana
                                                Surabaya.
                                      3.  S-2 Magister Administrasi Publik Universitas
                                                Wijaya Putra Surabaya.
PEKERJAAN             : Dosen STKIP PGRI Sumenep
ORGANISASI           : Wakil Ketua Tanfidz Pengurus Cabang   NU Kab. Sumenep
Kontak Person            : (0328) 661187 / 081999980270


BAHAN AJAR APRESIASI PUISI

Dosen: H.A. Nurhadi

 

 

Tatap Muka ke-1

PENGANTAR

PERKENALAN

ORIENTASI MATERI

 

Lihat silabus  

JADUAL KEGIATAN


1.     Perkuliahan sebanyak 14 X tatap muka.
2.     Tugas Mandiri sebanyak 2 X
3.     Tugas Kelompok sebanyak 1 X
4.     UTS dan UAS

KRITERIA PENILAIAN

1.     Kehadiran mahasiswa menjadi faktor dominan.
2.     Rumus yang digunakan: Menyesuaikan.
  
Tugas !
Bacalah dengan sepenuh penghayatan  3 (tiga) buah puisi
yang Sdr. temukan dalam harian Kompas,   Republika, Jawa Pos, atau  harian lain !.

Kemudian laporkan judul dan nama pengarangnya !

 

  Hayati puisi-puisi berikut dengan sepenuh penghayatan !

Sajak Joki Tobing buat Widuri

                Oleh: WS Rendra

Dengan latar belakang gubug-gubug karton,
aku terkenang akan wajahmu,
Di atas debu kemiskinan,
aku berdiri menghadapmu,
Usaplah wajahku, Widuri,
Mimpi remajaku gugur
di atas padang penangguran,
Ciliwung keruh,
wajah-wajah nelayan keruh,
lalu muncullah rambutmu yang berkebaran,
Kemiskinan dan kelaparan,
membangkitkan keangkuhanku,
wajah indah dan rambutmu,
menjadi pelangi dicakrawalu.

Puisi 1

Oleh: Tengsoe Tjahjono

Sebut saja namamu: puisi

Lahir dari kemelut sejarah dan benteng terakhir
Perlawanan

Engkau melayang: misteri
Tinta biru getar terakhir jemari
Perburuan

Dan ini catatan itu
Yang dikirim lewat sekawanan elang
: negerimu ? Masih saja belukar
tanah lembab tanpa cahaya

Adakah yang masih bisa digali dari pesan itu
Lihatlah bukit-bukit begitu agungnya
Lambaian tangan samar kubaca

Sebut saja namamu: puisi


            Nyanyian Letnan Nurhadi Anggota Pasukan Garuda XII
            Oleh: Akhmad Nurhadi Moekri

Kalau aku ke Kamboja
anakku
berbekal seribu peluru
Kalau aku pulang nanti
anakku
Kubawakan seribu peluru

Sejuk senapanku
Sejuk darahku

Telah kuminum darah yang tumpah
Telah kubungkam parang yang pecah

Kalau aku ke Kamboja
anakku
berbekal seribu peluru
kusalami penduduk desa
kubangun pagar rumahnya
kusapu hutan
kurajut kota

Kalau aku pulang nanti
anakku
kubawakan seribu peluru
sekeranjang jeruk untuk tetangga
sekeranjang senyum gerilya untuk
mamamu

kubawakan Ho Chi Minh
kubawakan sungai Mekong
kubawakan Pnom Penh
kubawakan Kamboja

Catatan tentang Mimesis dan Diegesis:
  Mimesis adalah paparan realitas seperti apa adanya, diegesis paparan ilusi pengarang.(Plato).
  Mimesis bukan sekedar tiruan, bukan sekedar potret dari realitas, melainkan telah melalui kesadaran personal batin pengarangnya (Aristoteles)
  Mimesis dapat tampil dalam berbagai jenis (Gerald Genette):
1.    Ujaran yang dilaporkan (Pr: discours repporte)
Contoh:
Nenekku mati dengan sikap pasrah, karena sewaktu meninggal senyuman tersungging di bibirnya:
2.    Ujaran yang telah disesuaikan dengan tanggapan, sikap, dan kesadaran subyektif pengarangnya.
Contoh:
Nenekku mati dengan sikap pasrah, karena sewaktu meninggal senyuman tersungging di bibirnya, oleh Chairil Anwar diungkapkan menjadi:
          bukan kematian benar menusuk kalbu
          keridhaanmu menerima segala tiba
3.    Ujaran yang diceritakan (Pr. discours raconte), paparan yang hanya berisi tindakan yang hanya ada dalam batin pengarang.
Contoh:
 Puisi Goenawan Mohamad:
Siang akan jadi dingin
Tuhan, dan angin telah sedia
Biarkan aku sibuk
dan cinta berangkat dalam rahasia

  Perhatikan unsur mimesis dan diegesis (menurut konsep Plato) dalam puisi: Sajak Joki Tobing buat Widuri, Puisi 1, dan Nyanyian Letnan Nurhadi Anggota Garuda XII di atas !

Tatap Muka ke-2

PENGERTIAN PUISI

            Secara etimologis.kata puisi berasal dari bahasa Yunani poemia yang berarti membuat, poeisis yang berarti pembuatan, atau poeites yang berarti pembuat, pembangun atau pembentuk. Di Inggris puisi itu disebut poem atau poetry yang tidak jauh berbeda dengan to make atau to create, sehingga pernah lama sekali di Inggris puisi itu disebut maker.
             Lebih lanjut Tengsoe Tjahjono mendefinisikan puisi sebagai ungkapan pikir dan rasa yang padat dan berirama, dalam bentuk larik dan bait dengan memakai bahasa indah dalam koridor estetik.
            Hudson mengungkapkan puisi adalah salah satu cabang sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi, seperti halnya lukisan yang menggunakan garis dan warna dalam menggambarkan gagasan pelukisnya.
                Bacalah dengan cermat contoh puisi di bawah ini, kemudian temukan irama, penggantian  arti (displacing), :penyimpangan arti (distorting), penciptaan arti (creating of meaning)

Puisi 6
Oleh: Tengsoe Tjahjono
Kembali pada puisi, sungai mengalir  di antaranya
Daun berbentuk hati mengapung di alir bebatuan
Tak henti-henti hujan mematuki

Sepasang angsa berenangan di tepi
Putih berkilau, dikibaskan air di badan
: Oi kenapa sampai di sini ?

Dan siapa mengintip dari remang bebukitan
Oh, jangan bulan atau bintang-gemintang
: Jejak itu telah lama hilang
           
Sungai Kecil
            Oleh: D. Zawawi Imron

Sungai kecil, sungai kecil ! dimanakah engkau telah kulihat ?
            antara cirebon dan purwokerto atau hanya dalam mimpi
di atasmu batu-batu kecil sekeras rinduku dan di tepimu daun-daun bergoyang menaburkan sesuatu yang kuminta dalam doaku
sungai kecil, sungai kecil ! terangkanlah kepadaku, dimanakah negeri asalmu ?
di atasmu akan kupasang jembatan bambu agar para petani mudah melintasimu dan akan kubersihkan lubukmu agar para perampok yang mandi merasakan sejuk airmu
sungai kecil, sungai kecil ! mengalirlah terus ke rongga jantungku dan kalau kau payah, istirahatlah ke dalam tidurku ! kau yang jelita kutembangkan buat kasihku

Pantai Selopeng
Oleh: Akhmad Nurhadi Moekri

nganga bahak ombak
meruncing taring sepi
mengunyahku
yang terlentang di sela jajaran  perahu bajak
yang ditinggalkan para awak ke darat

di darat mereka akan menjumpai
ikan yang terenggut dari lautku
lautku
dan mereka akan tenggelam di matanya
bersama lentangku

 


Tatap Muka ke-3


PENGERTIAN APRESIASI  PUISI
            Istilah apresiasi berasal dari bahasa Latin apresiatio yang berarti mengindahkan atau menghargai.  Kata apresiato menurunkan kata appreciation (Inggris) atau appretiare (Perancis).
Istilah apresiasi menurut Gove mengandung makna:
(1). Pengenalan melalui perasaan atau kepekaan batin.
(2). Pemahaman dan pengakuan terhadap nilai-nilai keindahan yang diungkapkan pengarang.
Squire dan Taba berkesimpulan bahwa sebagai suatu proses, apresiasi melibatkan tiga unsur inti, yaitu:
(1). Aspek kognitif.
(2). Aspek emotif.
(3). Aspek evaluatif.
Akhirnya apresiasi puisi didefinisakan oleh Tengsoe Tjahjono sebagai aktivitas menggeluti puisi yang melibatkan unsur pikiran, perasaan, bahkan fisik, melalui langkah-langkah mengenali, menikmati dan memahami sehingga tumbuh penghargaan terhadap keindahan dan makna yang terkandung dalam puisi.
Paling tidak seorang apresiator tidak begitu saja mengabaikan puisi  dengan membuang kesempatan untuk membacanya. Mari kita baca puisi di bawah ini:
Doa Orang Lapar
Oleh: WS Rendra

Kelaparan adalah burung gagak
yang licik dan hitam
Jutaan burung-burung gagak
bagai awan yang hitam
O Allah !
Burung gagak menakutkan
Dan kelaparan adalah burung gagak
Selalu menakutkan
Kelaparan adalah pemberontakan
Adalah penggerak gaib
dari pisau-pisau pembunuhan
yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin
Kelaparan adalah batu-batu karang
di bawah wajah laut yang tidur
Adalah mata air penipuan
Adalah pengkhianat kehormatan
Seorang pemuda yang gagah akan menangis tersedu
melihat bagaimana tangannya sendiri
meletakkan kehormatannya di tana
karena kelaparan
Kelaparan adalah iblis
Kelaparan adalah iblis yang menawarkan kediktatoran
O Allah !
Kelaparan adalah tangan-tangan hitam
yang memasukkan segenggam tawas
ke dalam perut para miskin
O Allah !
Kami berlutut
Mata kami adalah mata-Mu
Ini juga mulut-Mu
Ini juga hati-Mu
Dan ini juga perut-Mu
Perut-Mu lapar, ya Allah
Perut-Mu menggenggam tawas
dan pecahan-pecahan gelas kaca
O Allah !
Betapa indahnya sepiring nasi panas
Semangkok sop dan segelas kopi hitam
O Allah !
Kelaparan adalah burung gagak
Jutaan burung gagak
bagai awan yang hitam
menghalang pandangku
ke sorga-Mu !

Tatap Muka ke-4
KEGIATAN APRESIASI  PUISI

Kegiatan apresiasi puisi dapat mengambil bentuk langsung atau tidak langsung, kegiatan dokumentatif maupun kegiatan kreatif.
1.    Kegiatan langsung.
Termasuk dalam kegiatan ini antara lain dengan membaca puisi, mendengarkan puisi dibaca atau dideklamasikan baik pertunjukan life, atau melalui  media elektronika.
2.    Kegiatan tidak langsung.
Termasuk dalam kegiatan ini antara lain mempelajari konsep, teori, sejarah, ulasan, yang berhubungan dengan sastra, khususnya puisi.
3.    Kegiatan dokumentatif.
Termasuk dalam kegiatan ini antara lain upaya mengumpulkan atau mengadakan koleksi tentang hasil-hasil karya penyair, mengumpulkan buku, artikel, atau pembahasan tentang sastra, khususnya puisi.
4.    Kegiatan kreatif.
Termasuk dalam kegiatan ini adalah melakukan upaya penciptaan puisi itu sendiri atau menulis tentang puisi.

  Menurut Tengsoe Tjahjono kegiatan apresiasi puisi meliputi:
1.    Kegiatan reseptif, kegiatan penerimaan. Termasuk dalam kegiatan ini adalah kegiatan membaca, kegiatan analitik, dan kegiatan interpretatif.
2.    Kegiatan produktif, kegiatan penciptaan.
3.    Kegiatan performansi.
4.    Kegiatan dokumentatif.
  Kegiatan menulis dan membaca puisi
Sebagai awal dari kegiatan apresiasi puisi,  maka marilah kita baca beberapa puisi berikut kemudian kita analisis dalam sebuah diskusi. 
Renungan Bab Aids
Oleh: Darmanto Jatman

Tuhan menciptakan langit dan bumi dan laut
dan burung di awang-awang, dan binatang di daratan
dab ikan di kedalaman air;
dan di hari ke tujuh ia menarik nafas panjang dan
bersabda: Sempurna !
Manusia menciptakan teologi dan filsafat dan ilmu dan
seni dan teknologi
Satelit di awang-awang, meriam di daratan
dan kapal selam di kedalaman samudra
dan di akhir zaman Ia menarik nafas panjang
dan berkata: Sempurna !
Sesuatu, entah apa, atau siapa, melepas jasad-jasad
renik
protozoa, amoeba, bakteria, virus
dan akhirnya HIV
lalu Ia menyeringai dan bicara:
Sempurna

Aje gile !
Gile bener !
Bener-bener “The Last Encouter”
Pertempuran pungkasan manusia melawan napsunya
Sendiri !

Ya mubya mubyati, ya mubya mubyati, ya mubya
Mubyati
Aum shatih, shantih aum
Bismillah irrahman irrahim
Ya Allah !
Jadikanlah kami saksi atas kemenanganMu ini


Jakarta
Oleh: Mustofa Bisri

Jakarta yang angkuh
Jakarta yang selingkuh
Jakarta yang berpeluh
Jakarta yang mengeluh
Jangan mengaduh !
Rasakanlah sendiri
Sakitmu !
Kau telah memaksakan diri
Menjadi asing
Di mata anak-anakmu
Sendiri !

Siapa
Oleh: D. Zawawi Imron

Kupu-kupu menari
manaklukkan keangkuhan tebing-tebing
dengan warna

Aku jadi ingin tahu
siapa
yang memetik tombak jadi kecapi

Tatap Muka ke-5

MANFAAT MENGAPRESIASI PUISI

            Manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan apresiasi sastra pada umumnya menurut Aminuddin, (dan apresiasi puisi pada khususnya, pen)  dapat  dikemukakan sebagai berikut:
1.    Mendapatkan hiburan.
2.    Mengisi waktu luang.
3.    Memberikan informasi yang berhubungan dengan pemerolehan nilai-nilai kehidupan.
4.    Memperkaya pandangan atau wawasan kehidupan sebagai salah satu unsur  yang berhubungan dengan pemberian arti maupun peningkatan nilai kehidupan manusia itu sendiri.
5.    Pembaca dapat memperoleh dan memahami nilai-nilai budaya dari setiap jaman yang melahirkan cipta sastra itu sendiri.
6.    Mengembangkan sikap kritis pembaca dalam mengamati perkembangan jamannya, sejalan dengan kedudukan sastra itu sendiri sebagai salah satu kreasi manusia yang mampu menjadi semacam peramal tentang perkembangan jaman itu sendiri di masa yang akan datang.
Senada dengan di atas Tengsoe Tjahjono mendeskripsikan manfaat mengapresiasi/membaca puisi sebagai:
1.    Media hiburan, lebih-lebih hiburan rohani.
2.    Memperluas dan memperkaya wawasan bahasa pembaca.
3.    Media kontemplasi dan introspeksi (perenungan dan mawas diri).
4.    Memperluas wawasan dan pengalaman kemanusiaan pembaca.
5.    Memahami nilai-nilai kebenaran.

Carilah manfaat  dengan mengapresiasi  puisi berikut:

Ibu
Oleh: D. Zawawi Imron

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunan pun gugur bersama
reranting
hanya mataair airmatamu ibu, yang tetap lancar
mengalir

bila aku merantau
sedap kopyor susumu dam ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari
kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang menyerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudra
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

bila aku berlayar lalu datang angin sakal
Tuhan yang ibu tunjukkan telah kukenal

ibulah itu, bidadari yang berselendang bianglala
sesekali datang padaku
menyuruhku menulis langit biru
dengan sajakku










Tatap Muka ke-6


KISI-KISI SOAL UTS
No.
Materi
Jumlah Soal
Keterangan
1.
Konsep dasar: Mimesis dan Diegesis
1
Soal dalam bentuk esai tes.
2.
Pengertian Puisi
1
3.
Pengertian Apresiasi Puisi
1
4.
 Kegiatan Apresiasi Puisi
1
5.
Manfaat mengapresiasi Puisi
1

JUMLAH
5

Tatap Muka ke-7
MENAFSIRKAN PUISI

Perhatikan terlebih dahulu puisi berikut:
Kepada Semut
Oleh: Mustofa Bisri

Kepada semut rayap berucap
Kami pun semut, jangan takut !
Kepada rayap kecoa berkata
Kami rayap juga, jangan curiga
Kepada kecoa tikus mendengus
Kami kecoa lihatlah, jangan salah !
Kepada tikus ular berujar
Kami juga tikus ini, jangan sangsi
Kepada ular manusia bicara
Kami ular kok mas, jangan cemas !

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam rangka menafsirkan sebuah puisi, yaitu:
1.    Memahami judul
Puisi Mustofa Bisri di atas berjudul Kepada Semut. Judul saja memang tidak selalu memberikan gambaran yang jelas terhadap isi puisi, tetapi paling tidak mengarahkan perhatian kita teradap semut, binatang, atau wacana kefabelan (fabel=penokohan binatang dalam karya sastra).
Memahami judul tersebut akan lebih memudahkan kita dalam memahami isi puisi.
2.    Memahami latar
Semua piranti wacana yang menjelaskan perihal tempat, waktu, keadaan sosial, keadaan kultural, peristiwa, sejarah, dsb. biasa disebut latar. Piranti wacana yang muncul dalam puisi Mustofa Bisri di atas ialah ialah terutama pada  baris yang berbunyi: //Kepada ular manusia bicara//Kami ular kok mas, jangan cemas ! // 
Baris tersebut menyiratkan sinisme pengarang terhadap bergesernya nilai kejujuran, keterusterangan, transparansi, dan nilai-nilai adiluhung lainnya yang diagung-agungkan sebagai kultur bangsa kita.  Nilai-nilai kultur yang kita bangga-banggakan, sekarang bergeser menjadi mesyarakat, paling tidak lapisan masyarakat, yang munafik, hipokrit, dan culas.
3.    Memahami kata ganti
Kata ganti (pronomina) adalah kata yang menggantikan nomina atau frase nominal. Siapakah kami dalam puisi Kepada Semut ? Kami  adalah rayap, kecoa, tikus, ular, bahkan manusia.
4.    Memahami majas
Majas adalah kekayaan bahasa seseorang yang dimanfaatkan dalam berkomunikasi  untuk mencapai efek-efek tertentu, baik efek semantik, maupun efek estetik.
Memahami majas  menyangkut: jenis majas, alasan penggunaan, dan efek semantik dan efek estetik.
5.    Memahami baris dan bait
 Pada puisi Mustofa Bisri di atas baris pertama mengungkapkan adanya percakapan antara  semut dan rayap. Puisi tersebut ditulis dalam satu bait, melukiskan kemunafikan.
6.    Memahami tipografi dan enjambemen
7.    Memahami makna dan amanat
8.     
Tatap Muka ke-8
PENDEKATAN ANALITIS
Pengertian
Pendekatan analitis dalam mengapresiasi puisi adalah  pendekatan yang secara sistematis obyektif berusaha memahami unsur-unsur intrinsik dalam puisi, mengidentifikasi peranan setiap unsur intrinsik dalam puisi serta berusaha memahami bagaimana hubungan antara unsur yang satu dengan lainnya.
Unsur intrinsik puisi
Q   Menurut Wellek:
1.    Lapis bunyi (sound stratum).
2.    Lapis makna.
a.    Lapis arti (units of meaning).
b.    Lapis dunia atau relalitas yang digambarkan penyair.
c.    Lapis dunia atau realitas dipandang dari titik dunia tertentu.
d.    Lapis dunia yang bersifat metafisis.

Q   Menurut LA Richards:
Lapis makna terdiri dari:
a.    Sense (gambaran): Apa yang ingin dikemukakan penyair lewat puisi yang diciptakan ini ?
b.    Subyect matter (pokok pikiran): Pokok-pokok pikiran apa yang dikemukakan penyair,  sejalan dengan sesuatu yang secara umum diungkapkan penyairnya ?
c.    Feeling. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya ?
d.    Tone. Bagaimanakah sikap penyair terhadap pembaca ?
e.    Total of meaning. Bagaimanakah makna keseluruhan puisi yang saya baca berdasarkan subject matter, feeling, dan tone yang telah saya temukan ?
f.     Theme. Apakah ide dasar atau inti dari totalitas makna itu ?

Q   Tahap kegiatan:
1.    Membaca puisi berulang-ulang.
2.    Memahami judul.
3.    Memahami gambaran makna secara umum.
4.    Menetapkan kata dalam kategori: lambang, simbol, atau utterance.
5.    Memahami setiap simbol.
6.    Memahami setiap baris.
7.    Memahami hubungan antarbaris.
8.    Memahami satuan-satuan pokok pikiran.
9.    Memahami sikap penyair terhadap pokok pikiran yang ditampilkannya.
10. Memahami sikap penyair terhadap pembaca.
11. Merangkum seluruh pemahaman di atas.
12. Menyimpulkan tema

Dengan menggunakan pendekatan analitis, apresiasikan puisi di bawah ini:

Adakah Suara Cemara
Oleh: Taufiq Ismail

Adakah suara cemara
Mendesing menderu padamu
Adakah melintas sepintas
Gemersik daunan lepas

Deretan bukit-bukit biru
Menyeru lagu itu
Gugusan mega
Ialah hiasan kencana

Adakah suara cemara
Mendesing menderu padamu
Adakah lautan ladang jagung
Mengombakkan suara itu





Tatap Muka ke-9
PENDEKATAN SOSIOPSIKOLOGIS
Pendekatan sosiopsikologis dalam mengapresiasi  puisi adalah:
1.       Pendekatan yang berusaha memahami latar belakang kehidupan sosial masyarakat, baik secara individual maupun kelompok yang mempengaruhi terwujudnya suatu gagasan dalam puisi.
2.       Pendekatan yang berusaha memahami terwujudnya gagasan tentang kehidupan sosial masyarakat baik secara individual, maupun kelompok salam suatu puisi.
3.       Pendekatan yang berusaha memahami sikap penyair terhadap kehidupan sosial masyarakat yang dipaparkannya.
Selanjutnya kita gunakan pendekatan sosiopsikologis untuk mengapresiasi puisi  di bawah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Baca berulang-ulang untuk mengetahui totalitas maknannya.
2.    Menafsirkan dan menyimpulkan judul puisi, kata-kata, baris atau kalimat di dalamnya.
3.    Menafsirkan hubungan makna antara baris yang satu dengan baris yang lain untuk memahami satuan makna yang terdapat dalam sekelompok baris atau bait dalam puisi.
4.    Mengidentifikasi unsur sosial kehidupan yang dikemukakan penyair.
5.    Mengidentifikasi sikap penyair terhadapnya.

Dari Seorang Guru Kepada Murid-Muridnya

Oleh: Hartojo Andangdjaja


Apakah yang kupunya anak-anakku
selain buku-buku dan sedikit ilmu
sumber pengabdianku kepadamu

Kalau di hari minggu engkau datang ke rumahku
aku takut, anak-anakku
kursi-kursi tua yang di sana
dan meja tulis sederhana
dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
semua padamu akan bercerita
tentang hidupku di rumah tangga

Ah, tentang ini tak pernah aku bercerita
depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja
-horison yang selalu biru bagiku-

karena kutahu anak-anaku
engkau terlalu muda
engkau terlalu bersih dari dosa
untuk mengenal ini semua

Keterangan:
1.    Kehidupan penyair sebagai guru menjadi latar belakang terwujudnya gagasan dalam puisi.
2.    Penggambaran tentang kehidupan guru yang sederhana jauh dari sejahtera.
3.    Sikap penyair yang merasa takut kehidupan guru semacam itu mengusik jiwa murid-muridnya yang  belia.
Dengan menggunakan pendekatan sosio psikologis apresiasikan puisi berikut ini:
 Megatruh Guru Karni
 Oleh: Tengsoe Tjahjono

baju drill si guru karni
dikayuhnya sepeda jengki
di panahnya matahari
dedikasi, oh, dedikasi
di rumah diminumnya air kendi
ketujuh anaknya minta roti
diberinya kaspe beragi

baju drill si guru karni
dikayuhnya sepeda jengki
nafasnya bagimu negri

dedikasi, oh, dedikasi
rumahnya beratap jerami
radio transistor pengganti tivi
di senthong anaknya bernyani

baju drill si guru karni
dikayuhnya sepeda jengki
digantangnya mimpi-mimpi

dedikasi, oh, dedikasi
kain, beras, gula, dan kopi
garam lombok seluruh isi kranji
meringis dipotong gaji

baju drill si guru karni
dokter, insinyur, pejabat, dan koki-koki
diperam tangannya tana janji
tetapi jadi, oh, jadi

dedikasi, oh, dedikasi
istrinya ibu pertiwi
tak pernah mencaci
tak pernah memaki

baju drill si guru karni
kenyang oleh himne
kenyang oleh sage-sege !






Tatap Muka ke-10

PENDEKATAN  HISTORIS

 Pendekatan historis (kesejarahan) dalam mengapresiasi puisi adalah:
1.       Berusaha memahami biografi pengarang.
2.       Berusaha memahami peristiwa sejarah yang melatarbelakangi terwujudnya puisi.
3.       Berusaha memahami perkembangan puisi pada suatu jaman.
            Selanjutnya kita gunakan pendekatan historis dalam mengapresiasi puisi di bawah ini dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1.    Memahami tanggal, bulan, dan tahun puisi itu diciptakan.
2.    Memahami peristiwa sejarah yang terjadi pada masa itu.
3.    Mamahi peranan penyairnya.
4.    Membaca puisi secara keseluruhan.
5.    Menghubungkan peristiwa kesejarahan yang melatarbelakangi lahirnya puisi itu dengan gagasan yang terdapat di dalamnya.

Karangan Bunga
Oleh: Taufiq Ismail

Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke Salemba
Sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam pada karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi

Catatan:
1.    Taufiq Ismail tahun 1960-an  seorang aktivis mahasiswa.
2.    Tahun 1960-an terjadi demonstrasi mahasiswa yang memperjuangkan Trituta.
3.    Hadirnya puisi-puisi Angkatan tahun  1960-an.
Apresiasi puisi berikut dengan pendekatan historis:

Apa Ndak Bosen Kamu Sampek Tuwek Jadi Presiden ?
Oleh: Darmanto Jatman

Tanggal, 19 Mei 1998, di istana presiden
Soeharto berkata: Ndak jadi presiden ndak patheken
(aku)

Aku juga
Ndak jadi presiden ndak patheken tu
Ndak jadi jendral, ndak jadi panglima –ndak patheken
Ndak punya loji, ndak punya mercy –ndak   patheken
Ndak pake jas, ndak pake surjan –ndak patheken
Cuma ya itu lho
Pegimana daripada anak-mantuku, konco kopingku
Tahu-tahu nanti pada patheken, panunen, kreminen
Kan ya repot to ya.

Ndak jadi ke Beijing aku ndak gulung koming
Ndak jadi punya bini Dessy aku ndak setengah mati
Cuma ya  itu repotnya kalo
Ndak jadi lengser keprabon aku dimungsuhi,
didomonstrasi
Ndak jadi madeg pandhita aku digarap dijadikan parodi
Mangkanya
Aku ogah jadi IMF biar ndak maksa-maksa kamu
Aku ogah jadi dollar biar nggak nggoyang rupiahmu
Apa jadi Indonesia biar ndak jadi kuda tungganganmu
Tapi jelas aku ogah jadi rakyat biar nggak dijarah
sama kamu
Eh tokh, aku makasih banget sama kamu
Soalnya
Tanpa kamu aku ndak kenal sama reformasi
Ndak kenal reformasi aku ndak bakal kenal diriku
Sendiri
Pokoknya beneran nih
Ndak jadi presiden ndak patheken aku
Asal ya itu tahu sama tahulah
Jangan kamu sita daripada harta bendaku
Jangan kamu bui anak cucuku
Jangan kamu permalukan aku
Dan kamu hapus namaku dari buku sejarah bangsaku
Hanya karena aku gagal ngrungkebi sabda pandhita
ratu
Habis bisaku jadi presiden kamu, jadi
Yang lega lila legawalah menerima aku sebagaimana
adaku
Soalnya, kalau kamu desak-desak aku, akan
semangkin kuat tekadku:
Tidak bakal tinggal glanggang  colong playu aku
Camkanlah itu !
                                                     19 Mei 1998



Tatap Muka ke-11
MENULIS DAN MEMBACA PUISI

Menulis Puisi

A.   Bahan Puisi
Q   Bahan puisi adalah realitas kehidupan, pengalaman kita sehari-hari.
Q   Puisi tidak harus berangkat dari tema, tetapi dapat berangkat dari mana saja.
B.   Bahasa Puisi
Q   Bahasa puisi itu khas.
Q   Pilihan kata-katanya padat, cermat, berkonotasi, bermajas, dan berirama.
C.   Bentuk Ekspresi
Q   Ciri visual puisi 
Q   Bagaimana menata huruf-huruf puisi secara grafis.
Q   Pemenggalan larik (enjambemen), penyusunan bait, dan ukiran bentuk (tipografi).
D.   Pengembangan Bahan
Q   Berhubungan dengan sikap penyair menghadapi bahan
Q   Dalam proses penciptaan puisi terdapat pelbagai sikap penyair dalam menghadapi realitas sebagai bahan:
1.    Penyair sebatas merekam peristiwa atau fenomena awal.
2.    Penyair memakai realitas sebagai media untuk mengungkapkan gagasan atau perasaan tertentu
3.    Gagasan diungkapkan oleh penyair secara telanjang dan terbuka.
4.    Gagasan atau realitas diungkapkan dengan mendayagunakan potensi bahasa yang unik dan menarik.
E.   Gaya Pribadi
Q   Gaya pribadi berhubungan dengan: konsep estetika yang diperjuangkan, aliran yang dianut, dan faktor kepribadian penyair.
Q   Gaya pribadi akan tampak pada:
1.    Pilihan kata.
2.    Penyusunan frase atau kalimat.
3.    Pengolahan majas.
4.    Penggarapan unsur intrinsik puisi: baris, bait, tipografi, enjambemen, dan irama.
5.    Pemilihan dan pengungkapan pokok persoalan.

Membaca Puisi
Q   Deklamasi=baca puisi (poetry reading), tetapi ada juga yang berpendapat:deklamasi=/=baca puisi.
Q   Bekal awal yang harus dipunyai pembaca puisi:
1.    Interpretasi, termasuk penghayatan.
2.    Presentasi, meliputi:
a.    Segi psikhis, meliputi:
a.1. Kesiapan mental.
a.2. Keberanian.
a.3. Konsentrasi.
b.    Segi verbal, meliputi:
b.1. Artikulasi.
b.2. Intonasi.
b.3. Irama.
b.4. Volume
c.    Segi nonverbal, meliputi:
c.1. Mimik.
c.2. Pantomimik.
c.3. Pakaian.
c.4. Komunikasi.
Q   Alternatif membaca puisi: secara individuil, secara kelompok, atau dramatisasi puisi.


Tatap Muka ke-12

MENILAI PUISI

A.   Penilaian terhadap naskah puisi

Unsur-unsur yang dinilai dalam hasil karya puisi, meliputi:
  1. Amanat penyair dapat dipahami sekaligus dapat dinikmati (komunikatif).
  2. Bahasa yang digunakan memiliki ciri personal dan khas (orisinil).
  3. Penggunaan bahasa yang cermat, berkesan, dan imajinatif (estetis).
  4. Wajar dan tidak dibuat-buat (kewajaran).
  5. Menimbulkan kenikmatan dan kepuasan kepada pembaca (emosional estetis).
Atau dengan penyederhanaan dapat dibuatkan format penilaian sebagai berikut:




Format: Penilaian Naskah Puisi
No. Urut
No. Undian
 Aspek
Catatan Juri
Komunikatif
Orisinil
Kewajaran
Estetis




































Juri dapat terdiri dari 3 (tiga) orang. Masing-masing juri menilai semua aspek. Pemenang diambil dari kandidat dengan nilai komulatif terbesar.
B.   Penilaian terhadap baca puisi
Unsur-unsur yang dinilai dalam (lomba) baca puisi dapat beragam, tetapi yang umum dipergunakan dalam lomba baca puisi meliputi: Presentasi dan interpretasi atau:  vokal, interpretasi, dan penampilan. Perhatikan format penilaian berikut ini:
Format:  Penilaian Baca Puisi
No. Urut
No. Undian
Aspek
 Catatan Juri
Interpretasi
Presentasi
Rentang Nilai
30-90
40-80
















            Dalam lomba kegiatan penilaian dilakukan oleh 3 (tiga) orang juri. Masing-masing juri menilai semua aspek.  Kejuaraan ditentukan oleh nilai komulatif semua juri. Apabila terdapat kesamaan nilai, pemenang dapat dipertimbangkan melalui catatan juri atau memberi penekanan pada nilai aspek interpretasi.
TATAP MUKA-13 DAN 14:  PEMBAHASAN TUGAS/PRESENTASI  MAHASISWA